header-int

UMA Menggelar Kuliah Umum Bersama Dr. Rizal Ramli

06 Nov 2017 - 91 View
Share

Dr. Rizal Ramli Mengujungi Kampus Pascasarjan Universitas Medan Area

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Dr. Rizal Ramli mengunjungi kampus Program Pascasarjana UMA (PPs UMA), Jalan Setiabudi/Jalan Sei Serayu Medan, Sabtu (4/11). 
Kunjungan Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman untuk menyampaikan kuliah umum tentang “Pemimpin Daerah Inovatif dalam Rangka Mewujudkan Peningkatan perekonomian Daerah untuk menunjang Perekonomian Nasional” yang diselenggarakan Program Pascasarjana UMA (PPs UMA). 
WR IV UMA Prof Zulkarnaen Lubis dalam sambutannya mengatakan, civitas akademikan UMA sudah lama menunggu kehadiran Rizal Ramli untuk mendengarkan berbagai masukan dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
“Alhamdulillah, hari ini kita disuguhi hidangan ide, gagasan dan pemikiran yang sehat, ibarat gizi yang sangat bagus bagi kita semua,” ujar Zulkarnain.
Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Dr Rizal Ramli mengatakan, pengembangan Danau Toba harus diikuti dengan perubahan kultur masyarakat setempat. Pertama, kultur jorok harus diubah menjadi bersih. Kedua, kultur pasang wajah kencang, harus diubah menjadi senyum. Dan ketiga, kalau jual barang jangan menipu.
“Pariwisata itu juga alat untuk mengubah kultur. Dalam hal ini, wajah orang Batak yang kencang meski hatinya baik-baik harus membiasakan diri senyum,” ujar Rizal Ramli kepada wartawan sesaat sebelum menyampaikan kuliah umum di kampus Program Pascasarjana Universitas Medan Area (PPs UMA), Jalan Setiabudi/Jalan Sei Serayu Medan, Sabtu (4/11).
Didampingi Wakil Rektor (WR) IV UMA Bidang Keja Sama Prof Dr Ir Zulkarnain Lubis MS, Direktur PPs UMA Prof Dr Ir Hj Retna Astuti Kuswardhani MS, para wakil direktur, ketua program studi dan Kabag Humas UMA Ir Asmah Indrawati MP, Rizal Ramli mengungkapkan salah satu masalah Danau Toba adalah jorok karena terlalu banyak kerambah jaring apung (KJA). Waktu dia menjabat Menko Kemaritiman, telah diputuskan untuk menghapuskan KJA yang dimiliki industri, tapi sampai sekarang masing ada.
Ekonom ini mengatakan, kalau Pemerintah Sumut sungguh-sungguh mengembangkan Danau Toba dengan bantuan pemerintah pusat, kesejahteraan rakyat akan meningkat. Selain perubahan kultur, harus dikembangkan kreativitas dan inovasi. Dia mengambil contoh Kabupaten Banyuwangi, dulunya kabupaten paling miskin, jelek dan jorok di Jawa Timur yang hanya tempat singgah ke toilet sebelum wisatawan ke Bali. Tapi di tangan Bupati Abdullah Azwar Anas yang dinamis, mampu menyulap kabupaten tersebut jadi destinasi wisata di Jatim dan tanah air.
“Bupati Abdullah Azwar Anas membersihkan daerahnya. Lalu dia bikin berbagai event seperti seni dan lomba kuliner hingga 50 kali per tahun. Hasilnya, orang Jatim dan luar jatim ramai-ramai datang ke sana. Pendapatan rakyatnya sekarang lebih tinggi dari Malang,” tutur mantan Menteri Keuangan ini dalam kuliah umum bertajuk “Pemimpin Daerah Inovatif dalam Rangka Mewujudkan Peningkatan Perekonomian Daerah untuk Menunjang Perekonomian Nasional” itu.
Rizal mengungkapkan, sesungguhnya Danau Toba bisa menjadi destinasi wisata terkenal di dunia seperti Bali. Karena Danau Toba punya story yang unik. Pada 70 ribu tahun yang lalu, katanya, Danau Toba pernah mengalami ledakan yang besarnya melebihi Gunung Krakatau dan Pompeii Italia. Dari ledakan itu, terjadi hujan abu besar-besaran yang menutup bumi.
“Lebih dahsyat, lebih besar dari Krakatau jauh lebih besar dari Gunung Vesuvius Pompeii di Italia. Akibatnya bumi berbulan-bulan gelap gulita karena abunya. Peristiwa ekologi tersebut berlanjut pada perubahan iklim di dunia. Bumi dunia disambungkan benua-benua yang tersambung oleh es. Karena perubahan cuaca climate change akhirnya benua tersebut seperti sekarang terjadi tranformasi Darwin. Tadinya banyak binatang besar karena cuaca dingin banyak es. Karena Danau Toba cuaca panas, binatang besar seperti Dinosaurus berubah kecil,” jelas pria kelahiran Padang, 1954 ini.
Hal tersebut, katanya, menjadi alasan pemerintah untuk mengembangkan Danau Toba sebagai tujuan wisata Indonesia. Dengan berkunjung ke Danau Toba, wisatawan bisa mengetahui sejarah serta keindahan danau tersebut.
Sehingga sewaktu jadi Menko Maritim dan Sumber Daya dia bercita-cita membangun Danau Toba supaya menjadi the Monaco of Asia. Untuk itu antara lain dia membentuk Badan Otoritas Danau Toba dan telah mempersiapkan berbagai disain untuk meningkatkan harkat Danau Toba, antara lain mempersiapkan story line dan berencana membangun sarana visual empat dimensi mengenai sejarah terbentuknya Danau Toba. Namun sayang cita-cita itu kini tidak diteruskan.
“Kalau dongeng ini diketahui dunia maka orang-orang akan ke Danau Toba ingin melihat bukti sejarah itu.? Dan menikmati keindahan Danau Toba” katanya.

 

uma
Kampus I : Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223 Telepon : (061) 7360168, 7366878, 7364348 Fax : (061) 7368012 HP :0821 6303 6908, 0812 644 9444, 0823 0109 0716. Kampus II : Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112 Telepon : (061) 8225602, 8201994 Fax : (061) 8226331 HP : 0811 607 259
© 2017 PDAI - Universitas Medan Area Facebook Twitter Linked Youtube