infoUMA - DPR RI berkomitmen mendukung sepenuhnya keberadaan LPP RRI sebagai radio yang menyandang na ma negara, sebab kebera da annya untuk membangun karak ter bangsa serta mem per kokoh keutuhan negara. Anggota Komisi III DPR RI, Martin Hutabarat mene gaskan hal itu ketika tampil sebagai narasumber pada diskusi publik dan penye ra pan aspi rasi “Optimalisasi Pe ra nan LPP RRI dalam Melayani Publik” Selasa (7/5) di kam pus Universitas Medan Area (UMA).
Turut tampil nara sumber lainnya, Dosen Komunikasi UMA, Dra Nina S Salma niah Siregar MSi, anggota De wan Pengawas LPP RRI Dwi Hernuningsih, dan Ko misoner KPU Sumut.
Lebih lanjut, Martin mengungkapkan RRI akan mampu bersaing dengan ribuan radio swasta jika Sumber Daya Manusia (SDM) ditingkatkan sehingga lebih profe sional serta independen menyajikan siaran.
“RRI memiliki keung gulan dengan stasiun penyiaran yang tersebar di seluruh tanah air, tinggal bagaimana RRI mampu mengemas siaran yang lebih baik dan menarik, sehingga tetap diminati oleh elemen masyarakat,” katanya.
Ditakatannya, dalam menyampai infor masi ke ma syarakat, RRI harus memper hatikan berbagai strata masyarakat yang beragam dari sabang hingga merauke hingga luar negeri.
Di samping itu, lanjutnya, RRI juga harus memahami perkembangan informasi strategi saat ini. Apa yang diinginkan masyarakat dan negara. Diingatkannya semua siaran RRI harus memahami objek siaran dari anak, remaja hingga orangtua.
“Siaran monoton dan mem bosankan akan kalah bersaing siaran radio swasta dan kalau ini terjadi tentu sangat berbahaya, karena yang diharapkan oleh masya rakat adalah informasi aktual dan terpercaya," katanya.
Anggota Dewan Peng awas LPP RRI Dwi Hernu ni ngsih mengatakan secara ke bi jakan pihaknya sudah membuka peluang sebesar-besarnya untuk mening kat kan kreativitas angkasa wati RRI ke arah yang lebih pro fesional.
Bersaing
Dikatakannya, RRI terus ber benah menghadapi per saingan begitu ketat dengan lembaga penyiaran pub lik.”Saat ini, RRI ber saing dengan 2.000 radio di Indo nesia. Tentu dengan pening katan kreativitas dan inovasi akan menjawab tantangan itu,” ungkapnya seraya men ye butkan infrastruktur yang ada, di RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) akan semakin fokus mening kat kan kapas itas SDM agar lebih pro fesional sehingga mampu persaing dengan radio swasta.
Rektor UMA, Prof Dr H A Ya`kub Matondang menga takan RRI harus menjadi garda terdepan dalam pen yam paian informasi cepat dan akurat dengan meman faatkan teknologi saat ini, sehingga masyarakat dan mahasiswa dengan mudah meng akses nya.
Didampingi, Kabag Hu mas UMA Ir Asmah Indra waty rektor mengata kan, RRI yang memiliki historis yang sangat luar biasa dalam perjuangan kemer dekaan RI harus tetap sebagai perekat persatuan dan kesa tuan NKRI.
“Sebagai media penyiara nnya harus independent, netral dan berorientasi ke pentingan rakyat, bangsa dan negara,” tegasnya.
Diskusi yang dihadiri berbagai kalangan diantara nya maha siswa, pengamat ko mu nikasi, aparat peme rin tah, dan LSM itu juga dihadiri Kepala RRI Cabang Medan, Rahadian Ging ging.

























