Menjelang perayaan Idul Fitri 2026, pasar mobil bekas di Indonesia diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan. Sebagaimana tradisi tahun-tahun sebelumnya, kendaraan jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) atau mobil keluarga tetap menempati urutan teratas sebagai model yang paling diburu oleh masyarakat untuk keperluan mudik dan silaturahmi.
Momentum Lebaran dan Dampak THR
Platform jual beli mobil bekas, OLX dan OLXmobbi, mencatat bahwa antusiasme konsumen biasanya mulai meningkat tajam seiring dengan turunnya Tunjangan Hari Raya (THR). Dana tambahan ini menjadi pemicu utama bagi para pekerja untuk merealisasikan rencana memiliki kendaraan pribadi guna menunjang perjalanan jauh ke kampung halaman.
Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, mengungkapkan bahwa secara historis Ramadan dan Lebaran adalah periode krusial bagi industri otomotif bekas. "Data tahun 2025 menunjukkan penjualan di OLXmobbi melonjak hingga 24 persen hanya dalam satu pekan sebelum hari raya," ujarnya. Menariknya, tren ini tidak berhenti saat Lebaran usai; minat beli sering kali melonjak kembali hingga 22 persen seminggu setelah hari raya.
Mengapa MPV Tetap Juara?
Berdasarkan data internal OLX, segmen MPV memimpin pencarian dengan angka 22,2 persen. Posisi ini disusul ketat oleh SUV sebesar 21,7 persen dan mobil hatchback di angka 17 persen.
Kapasitas kabin yang luas dan kemampuan menampung banyak penumpang serta barang bawaan menjadi alasan utama mengapa MPV sulit digeser. Beberapa model yang menjadi "bintang" di pasar bekas tahun ini meliputi:
-
Toyota Kijang Innova
-
Toyota Avanza
-
Toyota Fortuner (SUV)
-
Honda CR-V & HR-V
Dari sisi brand, Toyota masih memegang takhta sebagai merek yang paling dipercaya konsumen, diikuti oleh Honda dan Suzuki.
Anomali Pasar: Mobil Bekas Naik, Mobil Baru Turun
Fenomena unik terjadi di awal tahun 2026. Di saat penjualan mobil baru nasional (berdasarkan data Gaikindo) cenderung mengalami kelesuan, pasar mobil bekas justru menunjukkan arah sebaliknya.
Pada Januari 2026, minat terhadap mobil bekas tercatat naik sekitar 6 persen dibandingkan Desember 2025. Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen saat ini cenderung lebih pragmatis dan memilih mobil bekas berkualitas yang memiliki nilai depresiasi lebih rendah dibandingkan membeli unit baru dari dealer.
Bagi Anda yang berencana berburu mobil bekas untuk Lebaran tahun ini, para ahli menyarankan untuk segera melakukan pengecekan unit sejak dini sebelum persediaan model-model populer habis diserbu pembeli lain mendekati hari H.

























