Penyebab_Telinga_Berdenging_yang_Perlu_Diketahui.png

Penyebab Telinga Berdenging yang Perlu Diketahui

29 Mei 2026 - 60 View
Share

Hampir setiap orang pernah mengalami telinga berdenging secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya muncul tanpa peringatan dan dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit. Sebagian orang menganggap telinga berdenging sebagai hal biasa, bahkan sering dikaitkan dengan mitos tertentu. Namun dari sudut pandang medis, kondisi ini sebenarnya memiliki penjelasan yang cukup jelas.

Telinga berdenging dikenal dengan istilah medis tinnitus. Kondisi ini terjadi ketika seseorang mendengar suara tertentu seperti dengungan, siulan, desisan, atau bunyi berdering tanpa adanya sumber suara dari luar. Suara tersebut bisa terdengar pada satu telinga atau kedua telinga sekaligus. 

Pada sebagian kasus, tinnitus hanya berlangsung sementara dan tidak berbahaya. Namun jika terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan.

Apa Itu Tinnitus?

Tinnitus adalah kondisi ketika seseorang mendengar suara yang sebenarnya tidak berasal dari lingkungan sekitar. Suara yang muncul bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang mendengar bunyi denging, desisan, suara seperti mesin, hingga bunyi menyerupai detak jantung.

Kondisi ini bukan termasuk penyakit, melainkan gejala yang dapat muncul akibat berbagai faktor. Karena itu, penting untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya agar penanganan yang dilakukan lebih tepat. 

Sebagian besar kasus tinnitus tidak berbahaya. Namun jika berlangsung lama, kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup karena memengaruhi konsentrasi, pola tidur, hingga kondisi emosional seseorang.

Terlalu Sering Terpapar Suara Keras

Salah satu penyebab paling umum telinga berdenging adalah paparan suara keras dalam waktu lama.

Suara dari konser musik, mesin industri, kendaraan berat, atau penggunaan earphone dengan volume tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel pendengaran di telinga bagian dalam. Ketika sel tersebut terganggu, otak dapat menerima sinyal yang tidak normal sehingga muncul sensasi dengingan.

Pada banyak kasus, dengingan akibat suara keras biasanya bersifat sementara dan akan hilang setelah telinga beristirahat. Namun jika paparan suara keras terjadi berulang kali, risiko gangguan pendengaran permanen bisa meningkat.

Karena itu, penggunaan pelindung telinga saat berada di lingkungan bising sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan pendengaran.

Penumpukan Kotoran Telinga

Kotoran telinga sebenarnya memiliki fungsi penting untuk melindungi saluran telinga dari debu dan bakteri. Namun jika jumlahnya berlebihan dan menumpuk, kondisi ini dapat menyumbat saluran telinga.

Penyumbatan tersebut dapat mengubah tekanan dalam telinga dan memicu munculnya suara berdenging. Selain itu, kotoran yang menumpuk juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman serta menurunkan kemampuan pendengaran sementara.

Banyak orang mencoba membersihkan telinga menggunakan cotton bud secara berlebihan. Padahal kebiasaan tersebut justru dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam dan memperparah penyumbatan.

Jika telinga terasa tersumbat atau berdenging dalam waktu lama, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter THT untuk mendapatkan penanganan yang aman.

Efek Samping Obat-obatan

Tidak banyak yang menyadari bahwa beberapa jenis obat dapat memicu tinnitus sebagai efek samping.

Beberapa obat seperti antibiotik tertentu, obat antiinflamasi, aspirin dosis tinggi, obat kemoterapi, dan obat diuretik diketahui dapat memengaruhi sistem pendengaran.

Pada sebagian orang, suara denging akan berkurang setelah penggunaan obat dihentikan atau dosisnya disesuaikan oleh dokter.

Karena itu, jika telinga berdenging muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis dan tidak menghentikan penggunaan obat secara sepihak.

Stres dan Kelelahan Berlebihan

Faktor psikologis juga dapat berperan dalam munculnya tinnitus. Saat seseorang mengalami stres berat, kecemasan, atau kelelahan berlebihan, sistem saraf menjadi lebih sensitif terhadap berbagai rangsangan.

Kondisi tersebut dapat membuat suara-suara kecil di dalam tubuh terasa lebih jelas, termasuk sensasi berdenging pada telinga.

Tidak jarang tinnitus menjadi lebih terasa saat seseorang berada di tempat yang tenang atau ketika hendak tidur.

Karena itu, mengelola stres melalui relaksasi, olahraga ringan, meditasi, atau tidur yang cukup dapat membantu mengurangi keluhan pada sebagian orang.

Gangguan Pendengaran karena Faktor Usia

Seiring bertambahnya usia, kemampuan pendengaran seseorang dapat mengalami penurunan secara alami.

Proses penuaan menyebabkan sel-sel rambut halus di telinga bagian dalam mengalami kerusakan secara perlahan. Akibatnya, otak dapat menerima sinyal yang tidak normal dan menimbulkan sensasi berdenging.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun. Selain munculnya tinnitus, gangguan pendengaran akibat usia biasanya juga ditandai dengan kesulitan mendengar percakapan atau suara tertentu.

Infeksi dan Gangguan Telinga Bagian Dalam

Infeksi telinga juga dapat menyebabkan tinnitus.

Ketika terjadi peradangan atau penumpukan cairan di dalam telinga, tekanan pada sistem pendengaran dapat berubah dan memicu munculnya suara berdenging.

Selain infeksi, terdapat beberapa gangguan telinga bagian dalam yang dapat menyebabkan tinnitus, salah satunya adalah penyakit Meniere.

Penyakit ini terjadi akibat gangguan cairan pada telinga bagian dalam dan sering disertai gejala lain seperti vertigo, mual, serta penurunan kemampuan pendengaran.

Masalah pada Pembuluh Darah

Dalam beberapa kasus, tinnitus dapat berkaitan dengan gangguan pembuluh darah.

Tekanan darah tinggi, penyempitan pembuluh darah, atau gangguan aliran darah tertentu dapat menyebabkan munculnya suara berdetak yang mengikuti irama denyut jantung. Kondisi ini dikenal sebagai pulsatile tinnitus.

Walaupun relatif jarang, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Tidak semua tinnitus memerlukan penanganan medis darurat. Namun ada beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian lebih.

Segera periksakan diri ke dokter apabila telinga berdenging berlangsung terus-menerus selama beberapa hari, disertai gangguan pendengaran, vertigo, nyeri telinga, atau muncul hanya pada satu sisi telinga tanpa sebab yang jelas.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan telinga, tes pendengaran, hingga pemeriksaan lanjutan jika diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Cara Mengurangi Telinga Berdenging

Penanganan tinnitus bergantung pada penyebabnya. Namun terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi keluhan, antara lain:

  • Menghindari suara yang terlalu keras.
  • Mengurangi penggunaan earphone dengan volume tinggi.
  • Membersihkan telinga dengan cara yang aman.
  • Mengelola stres dan kecemasan.
  • Tidur yang cukup setiap hari.
  • Menghindari konsumsi alkohol dan rokok berlebihan.
  • Menggunakan suara latar yang menenangkan saat tidur.

Jika tinnitus berkaitan dengan gangguan pendengaran, dokter mungkin menyarankan penggunaan alat bantu dengar atau terapi tertentu untuk membantu mengurangi gejala.

Jangan Abaikan Denging yang Terus Berulang

Telinga berdenging memang sering dianggap sebagai masalah ringan. Namun jika terjadi berulang atau berlangsung lama, kondisi ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada sistem pendengaran maupun kesehatan tubuh secara umum.

Memahami penyebab tinnitus menjadi langkah penting agar penanganan yang dilakukan lebih tepat. Selain menjaga kesehatan telinga, mengurangi paparan suara keras dan menerapkan pola hidup sehat juga dapat membantu menurunkan risiko gangguan pendengaran di masa depan.

Dengan perhatian yang tepat, tinnitus dapat dikelola dengan baik sehingga tidak mengganggu aktivitas dan kualitas hidup sehari-hari.

artikel

© 2026 P2A2I - Universitas Medan Area Facebook UMA | Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Instagram UMA | Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Youtube UMA | Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.