Sebanyak 12 pustakawan Universitas Medan Area (UMA) dinyatakan lulus sertifikasi kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pustakawan (LSP Pustakawan).
Belasan pustakawan UMA itu dinyatakan lulus dalam Asesmen Kompetensi Sertifikasi Pustakawan yang digelar LSP Pustakawan di kampus I UMA pada 12-15 Februari.
Hasil Asesmen Kompetensi Sertifikasi Pustakawan diserahkan secara simbolis oleh pimpinan Tim Asesor LSP Pustakawan Luthfiati Makarim, SS, MM kepada Wakil Rektor (WR) II UMA Dr. Ir. Siti Mardiana, MSi didampingi Kepala Perpustakaan UMA IR. INA T. BUDIANI, MT dan Kepala Personalia UMA Yuana Delvika, ST, MT di ruang rapat rektor, Kampus I UMA, Jalan Kolam Medan Estate.
Pada kesempatan itu, Asesor LSP Pustakawan Luthfiati Makarim menyatakan, setelah melakukan Asesmen Kompetensi Sertifikasi Pustakawan, seluruh pustakawan UMA memiliki potensi, mampu bekerja dengan baik, dan mampu mengembangkan layanan perpustakaan dengan kompetensi yang telah dimiliki.
“Seluruh peserta memiliki kemampuan untuk bekerja atau employability skill mencakup aspek kemampuan terus belajar meningkatkan kemampuan diri, kemampuan mengelola diri. Peserta juga punya kemampuan berkomunikasi, mampu bekerja sama dengan rekan kerja dan mengatasi masalah dalam bekerja tanpa menimbulkan masalah baru,” ujar Luthfiati didampingi anggota asesor Dra. Novatriyanti, M.Hum, tim penyelia asesmen Donny Yudha Prawira, S.sos, dan Yudho Widiatmono, S.Kom.
Luthfiati juga menyatakan, seluruh pustakawan UMA yang menjadi peserta asesmen dapat memenuhi unjuk kerja sesuai dengan SKKNI No.83 Tahun 2012.
“Dengan demikian seluruh pesert diberikan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai dengan klaster yang diujikan,” ucap Luthfiati.
Selanjutnya Wakil Rektor II UMA Siti Mardiana menyampaikan terimakasih kepada LSP Pustawakan yang telah melakukan Asesmen Kompetensi Sertifikasi Pustakawan kepada para pustakawan UMA.
“Alhamdulillah semua peserta lulus dan dinyatakan kompeten. Dan ini akan menjadi rujukan ke depan dalam pengembangan perpustakaan UMA,” kata Siti Mardiana.
Ternyata, lanjut Mardiana, ada hal-hal baru yang harus dikembangkan dalam mengelola perpustakaan. Artinya, pustakawan bukan sekadar melayani keluar-masuk buku atau pinjam-meminjam. Tetapi perpustakaan merupakan jantungnya sebuah perguruan tinggi.
“Karena itu orang-orang yang bergelut di perpustakaan harus bangga menjadi pustakawan profesional. Pustakawan punya tugas berat dan mulia sebagai jantungnya perguruan tinggi,” kata Mardiana.
Ditambahkannya, dengan asesmen ini, perpustakaan UMA akan dikelalo sesuai dengan standar nasional.
(ss)

























