Tim_Peneliti_FAI_UMA_Gelar_FGD_Budaya_Markobar_di_Penyabungan_Julu,_Madina.jpg

Tim Peneliti FAI UMA Gelar FGD Budaya Markobar di Penyabungan Julu, Madina

09 Sep 2025 - 561 View
Share

Tim Peneliti Fakultas Agama Islam Universitas Medan Area (FAI UMA) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Ekspresi Keagamaan dalam Kearifan Lokal Markobar” di Desa Penyabungan Julu, Kecamatan Penyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), pada Sabtu, 16 Agustus 2025.

Kegiatan ini mengkaji Cultural Ecology sebagai upaya memperkuat nilai-nilai kearifan lokal dalam pembentukan keluarga sejahtera di Mandailing Natal. Tim peneliti dipimpin oleh Dr. Abdul Haris, S.Ag., M.Si., bersama anggota Dr. Firmansyah, M.A., dan Anri Naldi, M.Pd.

Dalam sambutannya, Dr. Abdul Haris yang juga Dekan FAI UMA menyampaikan apresiasi kepada tokoh adat yang hadir, termasuk Kepala Desa Penyabungan Julu, Parlagutan, serta Kepala Urusan Kemasyarakatan, Muhammad Pertaonan. Ia menegaskan pentingnya dukungan para tokoh adat dan pemerintah desa dalam memperkaya kajian budaya Markobar yang selama ini masih minim dokumentasi tertulis.

“Daya ingat para tetua adat sangat berharga dalam menjaga keutuhan tradisi Markobar. Informasi ini nantinya akan menjadi bahan publikasi ilmiah agar budaya Mandailing tetap lestari,” ujarnya.

FGD menghadirkan narasumber Drs. Askolani Nasution dan Rahmi Wahyuni, M.Sos. dari STAIN Madina. Dalam pemaparannya, Askolani menekankan bahwa Markobar bukan hanya prosesi adat, melainkan juga bagian dari tradisi sastra lisan yang memiliki nilai estetika melalui keindahan bahasa, aturan posisi duduk Kahanggi, Anak Boru, dan Mora.

Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme para tokoh adat dan masyarakat. Kehadiran narasumber yang berasal dari Mandailing Natal turut memperkaya pembahasan, terutama karena memahami tradisi sekaligus bahasa daerah setempat.

Lebih lanjut, Dr. Abdul Haris menjelaskan bahwa pengumpulan data mengenai tradisi Markobar masih akan dilanjutkan melalui wawancara mendalam dengan para tokoh adat di Desa Aek Nangali dan Muara Parlampungan. “Untuk mencapai desa tersebut membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan dengan mobil. Namun, wawancara ini sangat penting untuk melengkapi penelitian,” tambahnya.

 

2025fakultas-agama-islamdosen-umafgdpelatihanpengabdian-kepada-masyarakat

© 2026 P2A2I - Universitas Medan Area Facebook UMA | Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Instagram UMA | Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Youtube UMA | Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.