Tim peneliti Universitas Medan Area (UMA) berhasil mengembangkan tanaman pisang unggul dengan teknik kultur jaringan tumbuhan, buah pisang roti menjadi sangat besar.
“Bentuk dan warna dan rasa pisang roti unggul ini sama dengan pisang biasa. Namun, yang membedakannya adalah ukuran dan beratnya,”kata Ketua tim Peneliti Tanama Pisang UMA, Dr Ir Suswati, MP kepada wartawan Selasa (10/2) di kampus UMA.
Bahkan, sebutnya, berat perbuah pisang unggul tersebut mencapai berat 300-400 gram.Satu tandan pisang unggul bisa mencapai 20-30 Kg.
Masa panen pisang roti unggul ini sembilan bulan, mulai dari proses pembibitan. Tinggi pohon pisang bisa mencapai 2,5-3 meter. Dalam satu tandan pisang terdapat lima sisir.
Didampingi Kabag Humas UMA, Ir Asmah Indrawati, MP, Suswati mengatakan, tujuan utama dari teknik kultur jaringan ini adalah untuk mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak di dalam waktu relatif singkat, dan hasil bibit dari kultur jaringan ini mempunyai sifat fisiologi dan morfologi sama persis dengan tanaman induknya.
“Pisang unggul ini akan dikembangkan di sejumlah daerah yakni, di Kabuoaten . Asahan, Deliserdang, Serdang Bedagai (Sergai), dan Simalungun. Saat ini, sudah dilakukan di kawasan Medan Tuntungan, " sebutnya.
Dijelaskan, keuntungan lain dalam membudidayakan pisang dengan teknik kultur jaringan, kecepatan tumbuh bibit merata/seragam dan saat berbuahnya lebih cepat.
Panen
Kemudian, lanjut dia, waktu panen serempak dan kemasakan buah seragam, sehingga lebih efisien dalam penanganannya.
Selain itu masa panen pisang hasil pengembangan dengan teknik kultur jaringan berbeda dengan pisang biasa. Di mana ketika masa panen, daun pisang masih tersisa dengan kondisi bagus (hijau).
Prosepek pisang roti ini, sebutnya, sangat cerah. Jenis pisang ini bisa diolah untuk keripik, pancage dan tepung roti."Penanaman pisang roti menggunakan pupuk semi organik dan anorganik," terangnya.
Lebih jauh, sebutnya, pisang roti hasil penilitian ini tahan terhadap cuaca ekstrem. “Segala cuaca dihadapi, tapi, terbukti pisang super berhasil dipanen dengan baik. Meskipun kondisi cuaca berubah-ubah," jelasnya.
Begitu juga, ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit, pisang unggul ini sangat kuat. "Kondisi itu memberikan keuntungan bagi petani yang mengembangkan pisang roti unggul ini. Di mana dapat mengurangi ongkos produksi, " katanya.
Dia mengatakan, kemungkinan yang hama yang menyerang pisang, adalah hama penggereng pokol dan hama penggereng batang. Mengantisipasinya petani akan dibekali pendidikan khusus.
Katanya, pisang roti unggul ini bisa pengganti pisang kepok sebagai bahan baku tepung. Prosepek pisang roti sangat cerah, namun, pihaknya terbentur terhadap pemasaran. Diharapkan, dinas terkait ikut terlibat mencari pemasaran pisang dengan teknik kultur jaringan.
“Target ke depannya, UMA akan fokus dengan limbah pisang. Air pisang bisa dimanfaatkan menjadi pupuk cair. Caranya batang pisang yang dipilah-pilah. Kita terbentur dengan anggaran untuk mengadakan alatnya seperti penggiling/peras tebu. kami sudah belajar ke Yogyakarta di CV Indo Ceagras untuk pengolahan limbah tersebut," ungkap Suswati.

























