pengabdian-masyarakat-dosen-uma-dan-unimed-membuat-pencacahan-plastik-di-desa-suka-maju-johor.webp

Pengabdian Masyarakat Dosen UMA Dan Unimed Membuat Pencacahan Plastik di Desa Suka Maju Johor

18 Sep 2023 - 1013 View
Share

Dosen Universitas Medan Area (UMA) berkolaborasi dengan dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) di desa Suka Maju Johor, kemarin. Kolaborasi tersebut menghasilkan mesin pencacah plastik sebagai produk PKM.

Tim PKM terdiri dari Suprapto, S.T.,M.T., PhD Unimed, Yopan Rahmad Aldori, S.T.,MSc, Tino Hermanto, S.T.,MSc, Nukhe Andri Silviana, S.T.,M.T dari UMA. Tim ini dibantu Hendrik dan Dian selaku Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta mahasiswa Dhalveer Singh (UMA) dan Bima dari (Unimed).

Sedangkan mitra PKM yakni Rasyid sebagai pemilik usaha. Menurut Suprapto, kegiatan PKM ini mendukung program kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan memberikan bentuk pembelajaran dan pengalaman langsung kepada dosen dan mahasiswa di luar kampus.

“Sehingga mahasiswa juga dapat berkontribusi untuk aktif di masyarakat serta dapat mewujudkan tridarma perguruan tinggi kepada masyarakat,” katanya.

Rasyid selaku pemilik usaha menjelaskan bahwa permasalahan yang dihadapi selaku di antaranya adalah tumpukan plastik yang belum diolah atau dicacah, sehingga memakan tempat lebih. Padahal, limbah plastik yang belum dikelola memiliki nilai ekonomis yang tergolong nilai jualnya jarang naik.

“Guna menambah nilai ekonomis plastik yang kelola mitra sebagai usaha gudang botot limbah plastik, baiknya dicacah, sehingga nilai ekonomisnya dapat lebih berkembang dan tinggi nilai jualnya,” tambah Yopan.

Mesin pencacah plastik ini memiliki kapasitas pengolahan limbah plastik sebanyak 200kg/jam yang artinya apabila dijalankan dapat mencacah plastik seberat 200kg per jamnya. Jenis plastik yang dapat diolah adalah polyethylene terephthalate (PET) yang biasa digunakan sebagai bahan baku botol air mineral, serta High Density Polyethelene (HDPE) yang biasa dijumpai sebagai bahan baku di botol kemasaan sampho hingga botol kosmetik.

“Proses pencacahan limbah plastik ini dengan menyortir limbah sesuai jenis, warna, atau, modelnya. Selanjutnya plastik yang sudah disortir kita masukan ke mesin pencacah dilanjutkan ke proses pembersihan menggunakan air, yang selanjutnya kita keringkan menggunakan tenaga panas matahari, setelah kering hasil cacahan limbah plastik tadi kita susun ke dalam karung goni, agar lebih mudah untuk disimpan, maupun dipindah,” jelasnya.

Hasil cacahan limbah plastik ini selanjutnya didistribusikan untuk diolah menjadi biji plastik yang merupakan bahan baku utama untuk seluruh produk-produk berbahan plastik ataupun di daur ulang menjadi bahan lain yang memerlukan bahan baku plastik.

Rasyid selaku pemilik usaha mengaku sangat senang dan berterima kasih atas program PKM ini. “Mitra juga menyampaikan agar kegiatan seperti ini selalu ada tiap tahunnya agar pelaku-pelaku UMKM dapat terbantu dan merasakan efek dari teknologi yang bisa mempermudah pekerjaan,” katanya.

 

Baca Juga :

johordesa-suka-maju2023dosen-umapengabdian-kepada-masyarakat

© 2024 PDAI - Universitas Medan Area Twitter UMA | Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Instagram UMA | Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Youtube UMA | Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.